• Untung Masih Beruntung Ikhtiar mencari kesembuhan adalah suatu keharusan. Tak ada kata menyerah untuk mencari kesembuhan....
  • Buletin TN 4/2012 Telah diterbitkan buletin edisi ke-4 2012 Trigeminal Neuralgia Indonesia
  • Trigeminal Neuralgia ? Penderitaan nyeri di gusi, gigi, wajah yang tidak tertahankan, diluar batas kemampuan menahan nyeri...
  • Profil Dokter Kami memahami dengan baik kebutuhan pelayanan bedah saraf secara personal dengan fasilitas kedokteran yang canggih dan ...
  • Profil Pembimbing Seorang ahli bedah saraf memiliki tanggung jawab sangat besar "secara fisik yang saya bedah memang otak, tapi....

Istri Merana Akibat Trigeminal Neuralgia

Kapolda Metro Jaya, Untung S Rajab, selama 2,5 tahun harus sekuat tenaga menahan rasa sakit saat serangan trigeminal neuralgia datang. Rasa sakit yang dialaminya ini membuatnya tersiksa bahkan hingga trauma. 

Rasa sakit yang muncul ini awalnya dialami pada tahun 2006 saat usianya 52 tahun. Ketika itu rasa sakit yang muncul makin lama makin berat. Ia merasakan ada yang aneh dengan wajahnya karena bagian dalam pipi kanannya seperti tertusuk sesuatu.

"Rasa sakitnya tidak bisa digambarkan dan diagnosanya juga macam-macam saya nggak hapal secara medisnya," ujar Untung S Rajab dalam acara 'Halal Bihalal dan Gathering Brain and Spine Community, Sabtu (10/9/2012).

Untung menuturkan saat itu jika terkena angin sedikit langsung sakit, kena air wudhu sakit nyeri yang bisa sampai ke otak, dicium sedikit sakit, karenanya sang istri juga turut merana.

Seringkali saat menghadiri acara resmi kedinasan ia tiba-tiba mendapatkan serangan rasa nyeri yang luar biasa. Jika mengalami hal ini maka ia akan berhenti bicara sampai rasa sakitnya mereda atau menutup wajahnya dengan map.

 

Bahkan ia pun harus mengonsumsi makanan yang dibuat seperti bubur sehingga sudah seperti makanan bayi. Ia juga sudah mendatangi 7 ahli saraf yang mana 2 di antaranya merupakan dokter dari Singapura.

Untung menyatakan dirinya merasakan tidak nyaman terutama jika rasa nyeri itu menghampiri. Dia sempat menghindari makanan yang keras dan hanya mengonsumsi bubur. Jika kambuh, Untung mengatakan, dia lebih banyak diam menahan rasa sakit. Hal itu juga yang dilakukan di saat bertugas, seperti menghadapi wartawan, sampai rasa nyeri itu hilang.

Atau dia melakukan trik membuka lebar rahangnya sekuat tenaga hingga rasa itu hilang. Agar tetap santun, dia menutupinya dengan map besar yang sengaja dibawa ke manampun dirinya pergi.

"Diagnosanya beda-beda, tapi penanganannya itu yang saya tidak setuju. Bahkan dokter di Singapura sempat ingin membuka tempurung kepala untuk melihat, tapi saya tidak mau," ungkapnya.

Untung mengatakan pernah juga ketika ia memeriksakan diri ke dokter bedah mulut ia justru disarankan untuk dicabut semua giginya, dan ia pun menolaknya karena bisa dibayangkan jika semua giginya dicabut dan tetap tidak sembuh.

Sebenarnya salah satu dokter di Jakarta berhasil mendiagnosisnya dengan kondisi trigeminal neuralgia, tapi rata-rata dokter ini tidak bisa menjawab dengan jelas bagaimana pengobatannya, dan hanya diberikan obat.

Berbagai upaya yang dilakukan namun tak juga membuahkan hasil sempat terlintas dalam pikiran Untung bahwa kondisi ini akibat ulah orang yang tidak suka dengannya.

Tapi kemudian ia seperti ditunjukkan jalan dan mendapat informasi bahwa di Surabaya ada dokter yang bisa menyembuhkan penyakitnya ini. Kira-kira tahun 2010 Untung S Rajab pun meminta orang-orang untuk mengunjungi dr Sofyanto, SpBS untuk mendapatkan penjelasan mengenai pengobatannya.

Setelah semuanya jelas ia pun tidak membuang waktu dan langsung menyusul ke Surabaya. Ketika itu ia ingat datang ke Surabaya hari Jumat dan Sabtu nya langsung dioperasi. Sekitar 2 jam setelah operasi rasa sakitnya hilang dan keesokan harinya ia sudah bisa pulang.

"Sebelum pulang saya tanya kapan harus konsultasi lagi, tapi dokter bilang kalau tidak ada gangguan tidak perlu," ujar Untung S Rajab.

Untung menuturkan, gangguan tersebut sudah hilang setelah operasi tapi untuk menghilangkan traumanya ini ia butuh waktu hingga tiga minggu lamanya. Hal ini karena perasaan takut kambuh lagi masih terus menerus membayangi.


Bukan penyakit

Trigeminal Neuralgia, menurut dr M Sofyanto SpBS, seorang spesialias bedah syaraf, bukan penyakit melainkan kondisi saraf yang tertekan oleh pembuluh darah. Di mana terjadi sentuhan atau himpitan pembuluh darah pada saraf nomor 5, yaitu saraf yang mengatur perasa wajah. Saraf ini terletak di dekat batang otak.

TN muncul tanpa sebab sehingga tidak bisa diidentifikasi penyebabnya. Biasanya, ciri umum dari penderita TN adalah rasa sakit luar biasa yang terjadi di daerah yang ada di seputar mulut, yakni kawasan gusi, gigi, maupun mulut dan sekitar wajah.

Dia mengatakan serangan TN ini bersifat spontan dan tidak ada gejala awal. Biasanya dirasakan setelah makan, dan sakitnya seperti kesetrum dan nyeri hebat. Penanganan penyakit ini yang terbaik dilakukan dengan cara operasi batang otak.

"Ini sifatnya mendadak tidak ada gejala awal, tidak seperti tumor kanker, tidak ada. Karena Ini bukan penyakit, hanya sifatnya korslet antara saraf nomor lima (Trigeminal) dengan pembuluh darah kecil," ujarnya.

Celakanya, gangguan ini bisa menimpa siapa saja, dalam arti tidak pilih kasih, mau orang berpunya atau orang tak punya bisa terkena TN. Karena terhitung masih jarang penderitanya, menurut laman facial-neuralgia.org terdapat 150 pasien di antara sejuta orang, belum terlalu banyak penelitian mengenai orang-orang yang berpotensi terkena TN, atau ada gaya hidup yang memicunya.

Spesialias bedah saraf yang microsurgery ini mengatakan, TN ini merupakan saraf yang tertekan pembuluh darah. Rasa nyeri yang timbul akibat saraf yang tertekan ini luar biasa, dan datang secara tiba-tiba. Saking sakit yang tak kuasa ini membuat sebagian besar penderita berniat untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Ini dikarenakan rasa sakit yang luar biasa, dan tidak terduga kapan datang dan perginya.

"Ada pengacara yang sudah bolak-balik ke luar negeri itu berdoa semoga pesawat yang ditumpanginya itu mengalami kecelakaan dan dirinya jadi korban meninggal, sehingga kematiannya itu bukan dosa," ujar Sofyanto.

Sofyanto menjelaskan peristiwa ini bukan hanya terjadi pada saraf nomor 5 dari 12 saraf yang ada di sekitar kepala, melainkan juga bisa terkena pada saraf nomor 7 yang mengakibatkan penderitanya mengalami merot di wajah, atau terjadi pada saraf nomor 9 sehingga sangat nyeri saat menelan. "Jadi tergantung di syaraf mana yang terserempet," ujarnya.

dr Sofyanto, SpBS yang menangani dan melakukan operasi pada Untung S Rajab menuturkan, saat itu pembuluh darah yang menekan saraf tergolong besar, sehingga tidak bisa digeser atau dipindah jadi hanya diberikan sekat antara pembuluh darah dan saraf agar tidak terjadi benturan.

"Bapak Untung ini memiliki kondisi fisik yang bagus sehingga proses pemulihan atau recoverynya terbilang cukup cepat," ujar dr Sofyanto, SpBS.

 

New Member

Sulihan Wijaya

sulihan-tn

Nama           : Sulihan Wijaya

Asal             : Jakarta

Lama Sakit   : 3 Tahun

Sisi Wajah    : Kiri

Story

Saya Lebih Banyak Bertafakur

untung-s-radjab

Oleh : Irjen Pol (Purn) Untung S. Radjab bersama Istri

Setelah pensiun dari jabatannya di institusi Polri yang sudah puluhan tahun diembannya kini Irjen  Pol (Purn)  Dr. Untung S. Radjab,  lebih banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan keagaaman.

Read more...

Affiliation

  • Komunitas Hemifacial Spasm Indonesia
  • Comprehensive Brain & Spine Center
  • Komunitas Cervical Indonesia
Previous Next

Polling

New Website

Bagaimana pendapat anda tentang tampilan baru website ini?

1
65
Tampilan bagus, isi bagus.
2
42
Tampilan kurang, isi kurang.
3
40
Tampilan bagus, isi kurang.
4
23
Tampilan kurang, isi bagus.
5 Votes left

Surabaya Corner

ROKSTORIES ERROR: File not found: images/pict_artikel/sov.%20the%20soerabaja.png

peta-surabaya

Surabaya atau lebih dikenal sebagai Kota Pahlawan dengan pertempuran heroik nya yang terjadi di tahun 1945 antara Pejuang-pejuang Arek-Arek Suroboyo melawan tentara Inggris.

Read more...

 Jadi Tempat Nongkrong Anak Muda Sampai Fasilitas Manula

surabaya

        Kota Surabaya saat ini tidak hanya dikenal dengan kebersihan dan kerapiannya saja tapi juga dikenal memiliki puluhan taman indah yang tersebar di berbagai penjuru kota. Taman yang lengkap dengan aneka bunga tersebut tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota tapi sekaligus menjadi tempat wisata bagi warga.

Read more...

sov. the soerabaja

Surabaya yang dikenal sebagai Kota Pahlawan ternyata belum memiliki souvenir yang benar – benar khas Surabaya. Terinspirasi dari lingkungan Mahasiswa Ubaya menyalurkan ide kreatifnya untuk membuat souvenir khas Surabaya yang dinamakan “The Soerabaja”

Read more...