Articles

Jos Soetomo Sukses Operasi Batang Leher

MENGAKU selama sepuluh tahun menderita sakit luar biasa, bagaikan mayat hidup ! Akhirnya, Jos Soetomo, 69, bertemu dr. Sofyanto Sp. BS dan dioperasi satu setengah jam. Esok harinya tokoh dari Kaltim itu sudah bisa pulang ke Samarinda. Itulah kesaksian Jos saat mengikuti acara gathering Brain & Spine, di Gran Senyiur, Balikpapan, Minggu (10/3).

Aku bangsa Indonesia! Aku bangga Indonesia! Merdeka….merdeka! Begitu pekik Jos mengajak sekitar 200 peserta menghangatkan suasana saat memberikan sambutan. Selama sepuluh tahu Jos menderita kecetit leher (spondylosis cervical). Tubuhnya didera sakit yang luar biasa, “Saya seperti mayat hidup!” tuturnya.

Tentu pengusaha beken dari Kaltim itu rajin menceri dokter di Indonesia maupun di luar negeri. Dia mengaku sudah keliling dunia untuk mencari kesembuhan itu, karena memang mengalami kesakitan luar biasa. “Ketika sampai di Cina, mereka menyatakan tidak sanggup mengoperasi sakit saya!” tuturnya.

Bukan Cuma itu pernah juga mencari dukun sampai ke Yogyakarta, hasilnya memang nol. Sakitnya terus menyiksa dirinya. Beruntung, sekitar bulan November 2011, dalam perjalanan dari Bali ke Kaltim via Surabaya, dia dalam berada dalam satu pesawat dengan dr. Sofyanto Sp.BS.

Perkenalan Jos terjadi melalui Henry J Gunawan, juga satu pesawat dengan Sofyanto. Hendry adalah pengusa proverti Surabaya yang membangun kondotel di Seminyak dan Pecatu di Bali. Dari perkenalan itulah, kemudian Jos berkonsultasi dengan Sofyanto. “Saya kemudian memberanikan diri untuk operasi kun fan yaku, besoknya saya langsung sembuh,” tuturnya mendapat sambutan peserta yang memenuhi ballroom Senyiur.

Mengapa memberanikan diri, karena menurut rekan – rekannya jangan main – main operasi saraf leher, karena bisa mati atau lumpuh.

“Terimakasih saya kepada dokter Sofyan. Ini orang luar biasa. Jadi kita harus menyebarluaskan informasi ini kepada masyarakat seluruh Indonesia. Tidak usah harus jauh – jauh ke  luar negeri untuk operasi penyakit seperti yang saya derita. Buktinya sekarang saya sembuh seperti sedia kala. Saya doakan semoga Dokter Sofyan tetap sehat wal afiat, agar semakin banyak orang mendapat pertolongan,” tegasnya.

Jos menyatakan bahwa dokter Indonesia sudah hebat – hebat, oleh karena itu dia menyarankan agar jangan terlalu berobat ke luar negeri, “Kalau memang tidak ada dokter di Indonesia yang mampu menolong, barulah ke luar negeri. Ini supaya devisa kita tidak habis,” tuturnya.

Untuk itulah, dia menyarankan agar dokter – dokter juga  bersatu, “Jangan justru dijauhi. Kalau ada orang pintar, orang hebat  mari kita dukung. Jangan  malah dijauhi! Ini ciri bangsa kita,” kata Jos lagi.

Untuk itulah bercita – cita agar keahlian yang dimiliki oleh Dr Sofyanto dan teman – temannya terus diberikan peluang untuk dikembangkan, ‘’ Saya akan gandeng dengan Menteri BUMN, agar tenaga ahli yang seperti ini mendapat perhatian. Kalau perlu dibuatkan lembaga agar bisa menangani pasien lebih banyak dan murah,’’ kata Jos memberi ide.

Dr. Sofyanto mengatakan perkenalannya dengan Jos Soetomo secara kebetulan, ‘’ Jadi hari jumat konsultasi, hari Senin minta dioperasi. Hasilnya seperti kita lihat sekarang sembuh total penuh semangat, ‘’ kata Sofyan menambahkan.

Dia menjelaskan bahwa Jos Soetomo merupakan satu di antara ratusan atau bahkan sudah ribuan pasien yang telah dioperasi. Dalam operasi itu Sofyan mengganii dua bantalan pada dua ruas batang leher Jos Soetomo. ‘’Jadi, penyakit kecetit leher ini terjadi karena batang leher terlalu menekuk. Kebiasaan ini menyebabkan terjadi kerapuhan pada sendi leher. Akibatnya saraf menjadi tertekan. Hal ini menyebabkan sakit luar biasa,’’ tuturnya.

Ciri – ciri penderita spondylosis cervical (leher kecetit) adalah nyeri leher yang hebat, seperti menusuk dan terbakar bahkan makin menjalar ke atas sampai ketelinga, mata , kepala terutama pada malam hari.

Juga ditandai nyeri kepala satu atau dua sisi kadang disertai migrain dan vertigo. Nyeri pada puncak bahu hingga mencengkeram keras, kadang sampai ke dada. Nyeri lengan menjalar ke tangan, kesemutan dan kelemahan jari. Nyeri mirip sengatan listrik di tangan dan kaki, kaku di dada, tangan dan perut. Bila makin berat akan sulit menahan air seni (ngompol) serta gangguan seksual.

Persoalannya, kata dia, sampai saat ini masih saja ada bayang – bayang ketakutan luar biasa menyangkut operasi otak maupun batang leher, “Orang masih ngeri operasi batang leher bisa menyebabkan kematian. Sekarang berbeda, karena kemajuan teknologi kedokteran semua ini bisa ditangani secara mudah dan cepat,” kata dia.

Meski operasi batang leher, tetapi operasi dilakukan melalui leher depan, “hanya dibutuhkan sayatan paling tiga sentimeter saja. Tanpa mengeluarkan darah, mudah dan cepat. Karena menggunakan tekhnologi bedah mikro (microsurgery),” kata dokter yang menimba ilmu dari ahlinya di Jepan dan Amerika itu.

Dia menyatakan tekhnologi ini sudah dikuasai secara baik oleh Indonesia, “Sekarang ini saya bukan hanya mengoperasi pasien dari Indonesia dan tanah air saja, tetapi juga Malaysia, Qatar, Singapura, New Zaeland, Australia,” tuturnya. Karena itulah RS Bedah Surabaya saat ini sudah menjadi rujukan bagi rumah sakit – rumah sakit di Asia untuk urusan operasi spondylosis cervical.

Menjawab pertanyaan seorang peserta gathering tentang biaya operasi, Sofyan mengatakan biaya untuk operasi, Sofyan mengatakan untuk biaya operasinya saja sekitar Rp 15 juta, ditambah dengan obat, alat, bius, dan keperluan lainnya maka diperlukan biaya sekitar Rp 45 juta.

Acara gathering ini merupakan persembahan dari komunitas Brain & Spine, kumpulan dari mantan pasien yang sudah berhasil menjalani operasi akibat penyakit trigeminal neuralgia (gangguan saraf kelima) yang menyebabkan kesakitan yang luar biasa pada wajah penderita, hemifacial spasm (wajah perot) akibat gangguan pada saraf ketujuh, spondylosis cervical (kecetit batang leher), spondylosis lumbal (kecetit pinggang). Semua penyakit itu sekarang sudah bias dioperasi secara sempurna di Indonesia. (ps)

Affiliation

  • Comprehensive Brain & Spine Center
  • Komunitas Hemifacial Spasm Indonesia
  • Komunitas Cervical Indonesia
Previous Next

Polling

New Website

Bagaimana pendapat anda tentang tampilan baru website ini?

1
92
Tampilan bagus, isi bagus.
2
60
Tampilan kurang, isi kurang.
3
54
Tampilan bagus, isi kurang.
4
35
Tampilan kurang, isi bagus.
5 Votes left

Surabaya Corner

ROKSTORIES ERROR: File not found: images/pict_artikel/sov.%20the%20soerabaja.png

peta-surabaya

Surabaya atau lebih dikenal sebagai Kota Pahlawan dengan pertempuran heroik nya yang terjadi di tahun 1945 antara Pejuang-pejuang Arek-Arek Suroboyo melawan tentara Inggris.

Read more...

 Jadi Tempat Nongkrong Anak Muda Sampai Fasilitas Manula

surabaya

        Kota Surabaya saat ini tidak hanya dikenal dengan kebersihan dan kerapiannya saja tapi juga dikenal memiliki puluhan taman indah yang tersebar di berbagai penjuru kota. Taman yang lengkap dengan aneka bunga tersebut tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota tapi sekaligus menjadi tempat wisata bagi warga.

Read more...

sov. the soerabaja

Surabaya yang dikenal sebagai Kota Pahlawan ternyata belum memiliki souvenir yang benar – benar khas Surabaya. Terinspirasi dari lingkungan Mahasiswa Ubaya menyalurkan ide kreatifnya untuk membuat souvenir khas Surabaya yang dinamakan “The Soerabaja”

Read more...