aminah lili1-TN

Oleh : Aminah Lili - Medan

Tujuh tahun Aminah Lili  menderita Trigeminal Neuralgia. Sakit nyeri di satu sisi wajah membuat wanita asal Medan ini kesakitan setiap serangan itu datang. “Saya sampai takut makan dan minum karena saya trauma jangan-jangan sakit itu datang,” cerita Aminah.

Dahulu gejala awalnya sederhana saja, yakni nyeri itu menyerang di kawasan gusinya dan gigi.  Karena itu ia pergi ke dokter gigi untuk memeriksakan kondisi giginya. Tapi oleh dokter,  giginya  dinyatakan baik-baik saja dan tak ada masalah.  

Tapi semakin hari ia makin bingung sebab nyeri tersebut tak kunjung reda bahkan makin menjadi, dan datangnyapun tak bisa diduga.  “Sakitnya itu tak menentu kadang tiba-tiba muncul kadang tidak, pokoknya terasa seenaknya gitulah,” tutur Aminah sambil tertawa kecil ketika ditemui duduk santai di atas ranjangnya di Rumah Sakit Bedah Surabaya.

Karena tidak ada perkembangan, ia kemudian kembali lagi ke dokter gigi yang berbeda dari sebelumnya.  Dokter gigi yang baru ini mendiagnosa salah satu giginya diduga sebagai pemicu sakitnya tersebut sehingga dia menyarankan untuk dicabut.  Tapi meski sudah satu gigi dicabut namun belum juga ada tanda – tanda kesembuhan.  Ternyata gigi yang dicabut itu masih meninggalkan sisa sehingga dokter menduga itulah yang menjadi penyebab sakitnya. “Saya makin stres sebab setelah sisa gigi dibersihkan sakit itu sama sekali tidak bisa lenyap,” imbuh Aminah yang menceritakan pengalamannya dengan wajah geregetan.

Wanita berusia 75 tahun itu tak putus harapan, ia tetap bersemangat mencari kesembuhan. “Kalau sakit lagi datang, dan saya tidak kuat menahannya, paling yang bisa saya lakukan hanya berteriak-teriak saja,” kata Aminah dengan menutup separuh wajahnya.

Ibu lima anak ini tidak pernah menyerah, setelah tak berhasil mencari kesembuhan di tempat tinggalnya di Medan kemudian mencoba mencari tenaga medis di Penang, tapi lagi-lagi masih belum menemukan.

Ia juga sempat beralih ke dokter saraf tapi meski  sudah berkali – kali namun hanya diberikan obat untuk menahan rasa sakit saja tanpa ada tindakan yang berarti kecuali hanya pemberian obat untuk meredakan rasa sakit. “Dulu pada awalnya saya hanya minum sekali untuk beberapa hari kedepan, tapi belakangan ini karena intensitasnya makin sering sehingga sehari saya bisa minum sampai tiga kali,” imbuhnya.

Setelah sekian lama berusaha doa dan usaha Aminah terjawab. Suatu kesempatan ia mendapatkan informasi bahwa di Surabaya ada pengobatan untuk jenis sakit yang dideritanya ini.  

Ia dan keluarganya kemudian menggali informasi dan menghubungi Rumah Sakit. Setelah yakin dan mendapat informasi yang lengkap ia diantar oleh keluarganya besarnya pergi ke Surabaya untuk berobat.

Seusai konsultasi dengan dr. M. Sofyanto Sp.BS, Aminah merasa yakin lalu 5 Maret 2012 dia bersedia menjalani operasi. Ia tak bisa menggambarkan rasa bahagia saat tersadar ia sudah tidak merasakan kesakitan lagi.  “Pada awalnya saya masih takut, jangan-jangan kalau mulut ini saya gera-gerakkan sakit itu muncul, eh ternyata tidak lagi,” ungkapnya dengan tertawa kecil.  Sekarang Nenek sepuluh cucu  ini sudah bisa makan dengan leluasa dan berbicara tanpa rasa takut lagi. (ifa)

Affiliation

  • Comprehensive Brain & Spine Center
  • Komunitas Cervical Indonesia
  • Komunitas Hemifacial Spasm Indonesia
Previous Next

Polling

New Website

Bagaimana pendapat anda tentang tampilan baru website ini?

1
65
Tampilan bagus, isi bagus.
2
42
Tampilan kurang, isi kurang.
3
40
Tampilan bagus, isi kurang.
4
23
Tampilan kurang, isi bagus.
5 Votes left

Surabaya Corner

ROKSTORIES ERROR: File not found: images/pict_artikel/sov.%20the%20soerabaja.png

peta-surabaya

Surabaya atau lebih dikenal sebagai Kota Pahlawan dengan pertempuran heroik nya yang terjadi di tahun 1945 antara Pejuang-pejuang Arek-Arek Suroboyo melawan tentara Inggris.

Read more...

 Jadi Tempat Nongkrong Anak Muda Sampai Fasilitas Manula

surabaya

        Kota Surabaya saat ini tidak hanya dikenal dengan kebersihan dan kerapiannya saja tapi juga dikenal memiliki puluhan taman indah yang tersebar di berbagai penjuru kota. Taman yang lengkap dengan aneka bunga tersebut tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota tapi sekaligus menjadi tempat wisata bagi warga.

Read more...

sov. the soerabaja

Surabaya yang dikenal sebagai Kota Pahlawan ternyata belum memiliki souvenir yang benar – benar khas Surabaya. Terinspirasi dari lingkungan Mahasiswa Ubaya menyalurkan ide kreatifnya untuk membuat souvenir khas Surabaya yang dinamakan “The Soerabaja”

Read more...