Tidak kurang dari dua tahun Kwek Tjo Mei menderita Trigeminal Neuralgia. Sakit ini menyerang tiba – tiba di kepala kanannya. “waktu saya duduk – duduk di teras rumah tiba – tiba ada kontak di kepala saya sakit sekali”, cerita Kwek Tjo Mei sembari memegangi kepalanya.

Serangan awal sakit Trigeminal Neuralgia hanya berlangsung sebentar saja tapi nyeri itu muncul lagi tanpa diketahui waktunya. Wanita berusia 52 tahun ini awalnya menduga giginya bermasalah tapi ternyata bukan. “Saya pergi ke dokter gigi dan dii rontgen hasilnya sehat – sehat saja”, ungkapnya.

Setelah dari dokter gigi Ibu empat anak ini terus mencari pengobatan untuk nyeri yang mendekam di satu sisi wajah juga kepala  kanannya itu. Lepas dari dokter gigi Kwek Tjo Mei melanjutkan usahanya ke dokter saraf namun hanya diberi obat saja. “Saya terus minum obatnya sekali periksa bisa sampai 500 ribu tapi nyerinya hanya hilang sementara ada juga dokter yang bilang tidak perlu operasi”, cerita  Kwek Tjo Mei.

Sakit di separuh wajah kanannya hilang dan muncul tanpa diketahui waktunya. Namun keinginannya untuk sembuh sangat besar meskipun ia sempat merasa lelah dengan sakit yang menimpa dirinya. “kalau sakitnya sudah menyerang rasanya sudah mau mati saja”, tutur Kwek Tjo Mei dengan memegangi satu sisi wajahnya. “Apalagi kalau lagi cuci muka terkena air rasanya seperti kesetrum saya langsung teriak teriak”, lanjutnya.

Setelah sekian lama merasakan sakit akhirnya Nenek tiga cucu ini menemukan jalan keluarnya. Salah satu dokter gigi yang ditemuinya menyarankan ia untuk berobat ke Surabaya. Ia semakin yakin setelah mendapatkan buletin dari salah satu apotek yang ia datangi untuk membeli obat.

Kwek Tjo Mei segera mengatur jadwal untuk pergi ke Surabaya agar bisa segera berkonsultasi dengan dokter. Usai bertemu dengan dokter tindakan yang harus diambil adalah operasi untuk menghilangkan nyeri yang selama ini dideritanya. “Saya siap untuk operasi asalkan saya sudah tidak merasakan sakit lagi karena saya sudah tidak tahan”, tutur Kwek Tjo Mei

Pada 27 Feb 2013 operasi dilaksanakan di RS. Bedah Surabaya dengan dr. Sofyanto Sp.BS tanpa kendala apapun. Setelah operasi Kwek Tjo Mei sudah tidak merasakan nyeri yang di satu sisi wajah kanannya. “Sekarang saya sudah bisa makan dan minum dengan bebas”, jelas Kwek Tjo Mei. (ifa)

Affiliation

  • Komunitas Cervical Indonesia
  • Komunitas Hemifacial Spasm Indonesia
  • Comprehensive Brain & Spine Center
Previous Next

Polling

New Website

Bagaimana pendapat anda tentang tampilan baru website ini?

1
65
Tampilan bagus, isi bagus.
2
42
Tampilan kurang, isi kurang.
3
40
Tampilan bagus, isi kurang.
4
23
Tampilan kurang, isi bagus.
5 Votes left

Surabaya Corner

ROKSTORIES ERROR: File not found: images/pict_artikel/sov.%20the%20soerabaja.png

peta-surabaya

Surabaya atau lebih dikenal sebagai Kota Pahlawan dengan pertempuran heroik nya yang terjadi di tahun 1945 antara Pejuang-pejuang Arek-Arek Suroboyo melawan tentara Inggris.

Read more...

 Jadi Tempat Nongkrong Anak Muda Sampai Fasilitas Manula

surabaya

        Kota Surabaya saat ini tidak hanya dikenal dengan kebersihan dan kerapiannya saja tapi juga dikenal memiliki puluhan taman indah yang tersebar di berbagai penjuru kota. Taman yang lengkap dengan aneka bunga tersebut tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota tapi sekaligus menjadi tempat wisata bagi warga.

Read more...

sov. the soerabaja

Surabaya yang dikenal sebagai Kota Pahlawan ternyata belum memiliki souvenir yang benar – benar khas Surabaya. Terinspirasi dari lingkungan Mahasiswa Ubaya menyalurkan ide kreatifnya untuk membuat souvenir khas Surabaya yang dinamakan “The Soerabaja”

Read more...